Pemerintah Sebut Perekonomian Nasional Sudah di Titik Balik

Pemerintah Sebut Perekonomian Nasional Sudah di Titik Balik

Perkembangan ekonomi nasional pada kuartal III-2020 alami kontraksi sejumlah 3,49 %. Angka ini dipandang lebih bagus dibanding pada kuartal II-2020 yang alami kontraksi 5,23 %.

Staff Spesial Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menjelaskan, keadaan ekonomi Indonesia sekarang ini mengalami titik balik dari kemerosotan karena wabah Covid-19. Karena, walau masih alami kontraksi, tetapi sudah melalui babak paling rendahnya. “Kita menyaksikan sekarang ini kita alami titik balik,” kata Yustinus dalam dialog Masalah Trijaya bertema Dampak Krisis di tengah Wabah, Jakarta, Sabtu (7/11/2020).

Yustinus akui diawalnya virus corona ini menebar di Indonesia, pemerintahan tidak siap. Hal yang juga sama dirasakan bermacam negara di dunia.

Tetapi seiring waktu berjalan, pemerintahan lakukan bermacam usaha melalui bermacam peraturan serta program. Disamping itu, birokrasi yang berbelit-belit sekarang ini mulai bekerja efisien.

Hasilnya katanya, perkembangan ekonomi pada kuartal ke-3 alami pembaruan. “Di Q3 ini alami perkembangan dibanding Q2, tumbuh positif, ini berita baik,” papar Yustinus.

Diinginkan akselerasi performa pemerintahan tetap akan lebih baik hingga bisa menjadi prakondisi untuk gerakan ekonomi pada tahun 2021. Yustinus menambah sepanjang pelambatan ekonomi sebab wabah, membuat pemerintahan untuk pertamanya kali jadi penyangga.

Pemerintahan pasang tubuh waktu seluruh bidang mulai terusik serta memberi desakan untuk warga. Pemerintahan menyesuaikan dengan kondisi dengan keluarkan bermacam peraturan serta memberi stimulan.

“Ini pertama kali pemerintahan menjadi penyangga khusus, saat pasar terusik serta masyarakat akui tertekan,” katanya.

Bermacam usaha yang sudah dikerjakan pemerintahan ini kata Yustinus jadi modal sosial. Karena pemerintahan telah responsive pada kondisi serta bidang private mulai tumbuh serta warga dapat tumbuh serta bertahan dengan pada keadaan ini.

Indonesia sah masuk masa krisis teknikal sesudah Tubuh Pusat Statistik (BPS) umumkan perkembangan ekonomi pada kuartal III 2020 terkontraksi 3,49 %. Pada kuartal awalnya, perekonomian Indonesia minus 5,32 %.

Walau masih minus, ada keinginan perekonomian Indonesia dapat kembali bangkit dengan amunisi yang dipersiapkan pemerintahan. Anggota Federasi Pebisnis Indonesia (Apindo) Anton J. Supit menjelaskan, bila Covid-19 usai, karena itu krisis dapat dijauhi.

“Karenanya prosedur kesehatan harus benar-benar dikerjakan serta dipantau. Ini yang paling fundamental karena jika tidak, sebentar-sebentar PSBB (limitasi sosial),” tutur Anton ke Liputan6.com, Jumat (6/11/2020).

Bila PSBB digas-rem dalam waktu yang bersisihan, dunia usaha tidak dapat bekerja dengan optimal. Menurut Anton, memacu ekonomi harus dengan menangani wabah.

Sambungnya, studi dari beberapa instansi riset mengatakan jika naiknya aktivitas ekonomi akan membuat trend wabah ikut naik. Tetapi bila rutinitas tidak berjalan, ekonomi tidak tumbuh.

Itu mengapa, dalam realisasinya, rutinitas ekonomi tetap harus jalan dengan prosedur kesehatan yang tambahan berhati-hati. Dengan demikian, Indonesia dapat keluar dari krisis.

“Kita tidak dapat dikotomikan wabah serta ekonomi. Kekeduanya penting,” kata Anton.

Wabah covid-19 pada akhirnya menggeret Indonesia ke jurang krisis. Tubuh Pusat Statistik papar perkembangan ekonomi indonesia di kuartal ke-3 minus 3,49 %.